Tradisi Unik Lompat Batu Suku Nias

tradisi unik suku nias

Tradisi Unik Lompat Batu Suku Nias – Indonesia memang terkenal akan banyaknya ragam flora dan fauna juga suku dan bahasa daerahnya. Jika bicara soal warisan budaya di Indonesia, seperti tak ada habisnya. Salah satu situs judi online24jam terpercaya budaya yang sudah mendunia dan dikenal banyak orang adalah tradisi lompat batu yang dilakukan oleh Suku Nias, di Provinsi Sumatera Utara. Sebelum membahas tentang tradisi unik satu ini. Kita juga harus tau mengenai sejarah dari suku ini. Berikut adalah penjelasannya.

tradisi unik suku nias

Sejarah Suku Nias

Salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora’a” yang terletak disebuah tempat yang bernama “Teteholi Ana’a”. Di sana di jelaskan bahwa pertama kali manusia menginjakkan kaki di Pulau Nias adalah pada saat zaman raja Sirao yang memiliki 9 orang putra yang disuruh keluar dari Teteholi Ana’a karena berseteru untuk memperebutkan Takhta Sirao. Nah, kemudian 9 orang putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki dan tinggal di pulau ini.

Namun, di lansir dari sumber terpercaya mengatakan bahwa mereka menemukan Pulau Nias telah dihuni sejak 12.000 tahun yang lalu oleh imigran dari daratan Asia, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun lampau. Budaya Hoabinh di Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias menimbulkan dugaan imigrasi penduduk dari Vietnam.

Tradisi Unik Suku Nias

tradisi lompat batu nias oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah hombo batu atau fahombo. Nantinya, semua pemuda Nias yang sudah dianggap dewasa melompati batu yang sudah di susun sedemikian rupa dengan tinggi 2 meter dengan ketebalan 40 sentimeter itu. Selain dipamerkan dalam beragam acara adat, fahombo menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis.

Lompat ini dilakukan oleh tanpa alas kaki dan memerlukan latihan yang berulang-ulang sebelum mencoba lompat ini. tujuan tradisi lompat batu di nias untuk melompat benda yang tinggi di kembangkan sebagai teknik pertempuran. Karena semua pemuda yang sudah di anggap dewasa ini bisa saja sekali – kali mengikuti experience reign pertempuran untuk membela ataupun melindungi suku mereka jika mendapat ancaman. Dalam serangan mendadak, prajurit bisa melompati tembok pertahanan di desa musuh.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.