Tradisi Suku Kalinga Di Filipina Yang Menganggap Tato Sebagai Simbol Kecantikan

Tradisi Suku Kalinga

Tradisi Suku Kalinga – Suku Kalingan merupakan suku yang berada di Filipina yang bermukim di wilayah Pegunungan Cordillera di Provinsi Kalinga, Luzon. Terdapat tradisi yang slot online terpercaya tak biasa di kehidupan masyarakat Suku Kalinga. Dalam suku ini , tato dianggap sebagai simbol kecantikan dan kejantanan. Jadi tidak heran jika hampir seluruh masyarakat di sana diwajibkan untuk ditato di hampir sekujur tubuh mereka.

Tradisi Unik Suku Kalinga Di Filipina

Uniknya , hanya ada satu orang yang diperbolehkan untuk menato para masyarakatnya. Kini orang tersebut adalah Apo Whang-Od, seorang wanita tua yang sudah berusia 101 tahun. Jika nantinya Apo Whang-od telah tiada , keponakannya yang bernama Grace Palicas yang akan meneruskan menjadi penato selanjutnya.

Biasanya orang suku Kalinga akan menato tubuhnya ketika ia sudah beranjak dewasa sebagai tanda kematangan. Setiap tato yang dibaut pun mengandung arti tersendiri. Untuk wanita misalnya , tato dianggap sebagai perhiasan. Biasanya para wanita akan menato bagian lengannya dengan motif garis-garis dan juga di lehernya dengan bentuk kalung.

Wanita suku Kalinga yang telah ditato menandakan jika dirinya sudah siap untuk menikah. Tato yang ada di tubuh mereka dipercaya dapat menambah kecantikan dari wanita tersebut untuk menarik perhatian mata para lelaki. Bahkan suku Kalinga percaya jika ada wanita dewasa yang tidak mau menato tubuhnya, maka tidak ada pria yang mau menikahinya.

Sedangkan untuk para pria , tato merupakan simbol kejantanan dan kebanggaan. Para pria suku Kalinga biasanya menato bagian perut hingga dada, lengan dan punggung mereka. Semakin banyak tato di tubuh seorang pria , maka semakin tinggi pula status pria tersebut di Suku Kalinga.

Tradisi Unik Suku Kalinga di Filipina, Menato Tubuh Sebagai Simbol Kecantikan (3)

Umumnya motif tato Suku Kalinga didominasi dengan garis dan tidak ada simbol hewan. Alat yang digunakan pun masih sangat tradisional sehingga rasa sakit tentu tidak akan terhindarkan lagi ketika di tato. Setelah ditato, tubuh mereka akan membengkak hingga dua minggu.

Menurut sejarah yang beredar , tradisi menato suku Kalinga sudah ada sejak 1.000 tahun lalu. Sehingga kini ketika banyak pelancong yang berkunjung ke sana, tak usah heran bila bertemu warga dengan berbagai macam tato di tubuhnya.

Hingga saat ini masyarakat dari suku Kalinga masih memegang erat tradisi unik ini. Bahkan keunikan ini sudah menjadi daya tarik para pelancong untuk datang langsung ke Kalinga. Bahkan tidak sedikit dari para pelancong yang ke sana untuk ditato oleh Apo Whang-Od.

Nah tradisi dari suku Kalinga selain mentato tubuh agar terlihat cantik, mereka suka main di Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya yang memiliki hadiah terbesar.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *