Mengenal Suku Mongol, Sang Penakluk

Mengenal Suku Mongol, Sang Penakluk

Walaupun Mongolia masih ada sampai sekarang, tetapi bangsa Mongol yang sekarang tinggal di sana bukanlah bangsa yang sama seperti yang dikenal dalam sejarah. Apakah kalian ingin mengenal suku Mongol? Suku Mongol di kenal sebagai masyarakat nomaden, nenek moyang mereka menjelajahi daratan dengan menunggang kuda, menjarah dan menaklukkan segala peradaban yang dilewatinya. Itulah gambaran populer dari bangsa Mongol berabad-abad silam. Bangsa Mongol zaman dahulu memang merupakan pejuang yang menakutkan, tetapi mereka juga adalah bangsa yang sangat maju dan berbudaya.

Mengenal Suku Mongol, Sang Penakluk

Makna dari kata mongol sendiri memilki arti berani. Berarti secara tidak langsung negara tersebut ingin menggambarkan kalau masyarakat di dalam naungan Mongolia termasuk orang-orang yang berani yang menciptakan sebuah negara yang kuat. sbobet88 Pada awal abad ke-13, Jenghis Khan menyatukan sejumlah suku Mongol menjadi satu komando dengan membentuk Kekaisaran Mongol. Mereka menaklukkan beberapa kekuasaan di wiliayah perbatasan dan menjadi peguasa tersebsar dalam sejarah.

Di bawah kekuasaan Genghis Khan dan keturunannya, Kekaisaran Mongol mampu berkembang pesat dalam waktu cukup singkat. Mereka dikenal sebagai bangsa nomad yang haus akan pertumpahan darah. Mereka turun ke kota-kota di Tiongkok, India, Afganistan, Persia, Turkestan dan Rusia. Antara tahun 1211 dan 1223 mereka di sebut memusnahkan lebih dari 18,4 juta orang di Tiongkok dan sekitarnya. Hal ini bisa menjadi bukti bagaimana keganasan suku Mongol pada masa itu.

Setelah menyatukan suku-suku stepa, Genghis Khan memerintah sekitar satu juta orang. Untuk menekan penyebab tradisional perang suku, dia menghapuskan gelar aristokrat yang diwariskan. Dia juga melarang penjualan dan penculikan wanita, melarang perbudakan terhadap orang Mongol dan membuat pencurian ternak bisa dihukum mati. Selain itu, Genghis Khan memerintahkan adopsi sistem penulisan, melakukan sensus rutin, memberikan kekebalan diplomatik kepada duta besar asing dan mengizinkan kebebasan beragama jauh sebelum gagasan itu masuk ke tempat lain.

Kampanye pertama Genghis Khan di luar Mongolia terjadi melawan kerajaan Xi Xia di Cina barat laut. Setelah serangkaian serangan, orang-orang Mongol meluncurkan inisiatif besar pada 1209 yang membawa mereka ke ambang pintu Yinchuan, ibukota Xi Xia. Tidak seperti pasukan lainnya, bangsa Mongol bepergian tanpa kereta pasokan selain cadangan kuda yang besar. Tentara hampir seluruhnya terdiri dari pasukan kavaleri, yang merupakan penunggang ahli dan mematikan dengan busur dan anak panah. Di Yinchuan, orang-orang Mongol mengerahkan pasukan palsu, salah satu taktik khas mereka dan kemudian melakukan pengepungan. Meskipun upaya mereka untuk membanjiri kota gagal, penguasa Xi Xia menyerahkan dan memberikan penghormatan.

Kehebatan ini sering dibanding-bandingkan dengan kekuasaan bangsa Romawi yang membutuhkan watu selama empat abad untuk menaklukkan wilayah yang sama luasnya dengan yang bangsa Mongolia lakukan. Sejarah peradaban ini pun selalu tertanam dalam jiwa nasionalisme warga Mongolia. Salah satunya adalah mendirikan monumen Genghis Khan Equestrian Statue setinggi 40 meter yang berlokasi 1 jam menyetir dari Ulaanbaatar. Monumen ini juga dilengkapi museum sejarah untuk mengenal suku Mongol.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.