Suku Hausa, Suku Terbesar Di Afrika Barat

Suku Hausa, Suku Terbesar Di Afrika Barat

Hausa merupakan grup etnis terbesar di semua Afrika Barat. 3 puluh % dari seluruh Suku Hausa bisa ditemukan di daerah utara dan barat bahari Nigeria, daerah yang dikenal menjadi “Hausaland.”

Hausa sudah banyak terlibat dalam perdagangan jeda jauh selama berabad-abad. Para pedagang menukar emas dari Timur Tengah menggunakan kulit, kerajinan, serta kuliner. Suku Hausa pula bisa ditemukan pada negara-negara Afrika Barat lainnya seperti Chad, Ghana, dan Pantai Gading.

Meskipun bahasa Inggris diakui sebagai bahasa resmi negara itu, Hausa, bahasa orisinil orang-orang Hausa, dengan cepat menjadi bahasa utama di Nigeria utara. Hausa sangat berpengaruh di Afrika Barat, baik secara budaya juga politik. Hati tuhan merupakan melihat mereka sebagai imbas Kristen yg bertenaga juga.

Suku Hausa, Suku Terbesar Di Afrika Barat

Beberapa orang salah menduga bahwa Boko Haram berasal dari Hausa sebab istilah itu sendiri dari berasal bahasa Hausa. tapi Boko Haram sebagian akbar asal berasal Kanuri dan Fulani serta suku-suku lainnya.

Hausa artinya bahasa yg paling banyak dipergunakan pada Afrika barat. Ini dituturkan sang lebih kurang 22 juta orang. 17 juta orang lainnya berbicara Hausa menjadi bahasa ke 2.

Hausa ditulis pada huruf Arab, serta sekitar seperempat kata Hausa asal berasal bahasa Arab. banyak Hausa yang mampu membaca serta menulis bahasa Arab. poly pula yg mampu berbahasa Prancis atau Inggris.

Negara bagian Hausa, pula dikenal menjadi Hausaland, merupakan entitas politik independen yang didirikan oleh orang-orang Suku Hausa, dan terletak di antara Sungai Niger dan Danau Chad.

Itu artinya entitas politik tanpa otoritas sentra, terisolasi hingga pertengahan abad ke-14. Terlepas asal penempatan mereka, mereka memiliki bahasa, hukum, serta kebiasaan yg sama.

Suku Hausa mengkhususkan diri dalam pintar besi, memancing, berburu, pertanian, dan penambangan garam. lebih kurang tahun 1500-an, kota utara Kano sudah sebagai yang paling kuat, serta artinya pusat perdagangan utama gading, emas, perdagangan budak, garam, kain, kulit, dan biji-bijian.

Sebab kurangnya keahlian militer dan badan pemerintahan pusat, mereka disebut sebagai aliansi longgar oleh kota-kota tetangga—yg membentuk mereka rentan terhadap dominasi eksternal.

Seluruh negara bagian permanen merdeka hingga mereka ditaklukkan oleh seorang ulama Islam terkemuka, Usman dan Fodio, pada Jihad kudus (perang) antara tahun 1804 serta 1815, yg menciptakan Kekhalifahan Sokoto.

Itu kemudian dihapuskan ketika Inggris mengalahkan Daftar Sbobet kekhalifahan di tahun 1903 serta menamai wilayah Nigeria Utara.

Menurut tradisi, Bayajidda, nenek moyang mitos Hausa, bermigrasi berasal Baghdad di abad kesembilan atau kesepuluh. sesudah berhenti di kerajaan Bornu, dia melarikan diri ke barat dan membantu raja Daura membunuh seekor ular berbahaya.

Menjadi anugerah, dia dinikahkan dengan Ratu Daura. Putra Bayajidda, Bawo, mendirikan kota Biram. dia memiliki enam putra yg menjadi penguasa negara-kota Hausa lainnya. Secara kolektif, ini dikenal menjadi Hausa bakwai (Hausa tujuh).

Cerita masyarakat Suku Hausa termasuk tatsunya— cerita yang umumnya memiliki moral. Mereka melibatkan hewan, pria serta gadis muda, serta pahlawan dan penjahat. poly termasuk peribahasa dan teka-teki.

No Comments

Fakta Unik Suku Apache

Fakta Unik Suku Apache

Orang Indian / Apache (juga disebut penduduk asli Amerika, Indian Amerika, atau Amerindian) adalah pemukim Amerika Utara pertama yang datang dari Asia lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Karena mengikuti permainan, mereka mengembara melalui Selat Bering (sebelumnya tanah genting, sekarang memisahkan titik paling timur benua Asia dan titik paling barat benua Amerika).

Fakta Unik Suku Apache

 

Asal Usul Suku Apache

 

Lambat laun mereka menetap dan berkembang menjadi berbagai suku. Selama berabad-abad mereka membangun masyarakat yang tertib. Pada abad ke-sixteen, orang Eropa tiba di Amerika Utara untuk pertama kalinya. Berpikir mereka tiba di India (Asia), mereka keliru menyebut penduduk asli “India”. Oleh karena itu, penduduk asli Amerika dikenal sebagai “Indian” sebagai kata bahasa Inggris untuk “Indian”.

Suku Indian mulai menetap di benua Amerika sejak sekitar 20.000 tahun yang lalu. Mereka diperkirakan merupakan keturunan Asia yang masuk ke judi slot online Benua Amerika melalui Selat Bering menuju Alaska yang pada saat itu masih memiliki jalur darat. Tidak diketahui secara pasti mengapa orang India bermigrasi.

Namun, peneliti menduga mereka bermigrasi dengan mengikuti permainan atau dikejar musuh. Sesampainya di Benua Amerika, orang Indian kemudian melanjutkan perjalanannya ke selatan menuju Amerika Tengah, Meksiko, dan sekitarnya.

Saat itu, mereka masih hidup secara nomaden atau tanpa perubahan. Ketika zaman es berakhir dan daratan Siberia-Alaska terputus karena es yang mencair, orang Indian tidak punya pilihan selain menetap di Amerika.

Puluhan tahun sebelumnya, suku Indian terbagi menjadi beberapa kelompok sub-suku antara lain Apache, Apache, Sioux, Creek, Cheeroke, Navajo, Kiowa, Iroquois, Comanche, Lakota, Pueblo, Aztec, Inca, Maya, crimson pores and skin, Tarahumara, dan Mandarin. .

1. Tecumseh

Tecumseh adalah pemimpin suku Indian, Shawnee. Ia lahir pada Maret 1768 dan meninggal pada five Oktober 1813).

2. Tenskwatawa.

Masih berhubungan dengan Tecumseh, Tenskwatawah, lahir lada pada tahun 1775 dan meninggal pada November 1836.

3. Sacagawea

Sacagamea lahir di Lemhi County, Idaho, pada tahun 1788. Dia adalah wanita India Shonshone yang sangat populer. Kepopuleran tokoh Sacagawea karena kontribusinya terhadap ekspedisi Lewis dan Clark yang berperan sebagai penerjemah bahasa lisan sehingga ekspedisi ini dapat menyeberangi Sungai Missouri pada musim semi.

Lozen: Wanita Prajurit Apache

Lozen adalah seorang pejuang wanita dari suku Apache Chiricahua (juga dikenal sebagai Anggota Apache atau Mata Air Hangat) yang hidup pada abad ke-19.

Lozen dikenal sebagai ahli strategi militer yang terampil, serta sangat mahir dalam bidang kedokteran.

Lozen adalah pemimpin spiritual rakyatnya, dan, menurut legenda, memiliki kemampuan non secular yang memungkinkan dia untuk mendeteksi pergerakan musuh-musuhnya, sehingga membantunya merencanakan strateginya.

No Comments

5 Tradisi Teraneh dari Seluruh Dunia

5 Tradisi Teraneh dari Seluruh Dunia

Dari festival telur orak-arik hingga prasmanan kera, dapat dikatakan bahwa terdapat beberapa tradisi yang relatif aneh dan latif yang terjadi pada semua dunia. Budaya yang tidak sinkron mempunyai tradisi yg tidak selaras. ad interim beberapa sangat menawan, yang lain benar-sahih aneh. Berikut daftar 5 tradisi budaya paling aneh dari semua global yg masih dilakukan sampai waktu ini:

1.La Tomatina, Spanyol

yang pertama adalah La Tomatina, permasalahan tomat terbesar pada global. tidak diketahui bagaimana hal itu terjadi namun ada poly teori yg melingkupinya. keliru satu yang paling terkenal adalah ketika parade gigantes y cabezudos pada tahun 1945, mereka yg tidak termasuk dalam acara tadi memulai perkelahian di alun-alun memakai tomat asal kios sayuran lokal menjadi senjata.

Terlepas dari itu, festival tahunan ini diadakan pada Buñol, Spanyol di hari Rabu terakhir bulan Agustus sebagai bagian asal perayaan seminggu di Buñol dan secara harfiah terdiri berasal orang-orang yang saling melempar tomat Slot Online buat bersenang-suka .

2. Menghancurkan kelapa di tengkorak orang pada India

Memecahkan kelapa pada ketua orang adalah ritual yg sudah ada sejak usang pada India bagian selatan. Takhayul ekstrim mereka telah menyebabkan ini menjadi obsesi serta sang sebab itu meskipun diperingatkan mereka terus melakukan tindakan ini yg telah terdapat sejak masa kolonial.

Para penyembah agama Hindu akan berkumpul di dalam kuil serta rahib akan menghancurkan kelapa di ketua mereka masing-masing satu demi satu menjadi indikasi kepada para yang kuasa bahwa mereka meminta kesehatan serta kesuksesan. Subyek kemudian umumnya akan pulang seolah-olah tidak terpengaruh oleh peristiwa tadi.

5 Tradisi Teraneh dari Seluruh Dunia

3.Festival orak-arik telur di Bosnia

Sedangkan pada Inggris kita mungkin merayakan awal isu terkini semi dengan memetik beberapa bakung atau melakukan pencucian musim semi, pada Zenica, Bosnia mereka menandai awal ekspresi dominan menggunakan penghormatan yang tidak biasa buat telur orak-arik yang dikenal di Bosnia menjadi imburijada.

Mereka memulai hari menggunakan sarapan akbar telur yg dimasak dalam panci besar di taman kota dekat sungai. Mereka lalu menghabiskan residu hari itu menggunakan berpesta, memanggang, serta melompat ke sungai.

4.Melempar kayu manis kepada orang yang berusia 25 tahun di Denmark

Pada Denmark, Jika Anda berusia 25 tahun serta belum menikah dan suka daftar situs judi slot online terpercaya, Anda tidak hanya harus menghadapi Hari Valentine sendirian, tetapi Anda pula harus menanggung teman dan famili yang menenggelamkan Anda pada awan kayu cantik.

Tradisi usang pada Denmark ini artinya adat Bila seorang laki-laki atau perempuan berusia 25 tahun serta masih lajang. Pertama, mereka disiram dengan air serta lalu mereka ditutupi asal ketua hingga kaki menggunakan kayu anggun. Ini bukan bentuk hukuman tetapi lebih hanya alasan buat bersikap konyol dengan teman serta famili serta adalah tradisi yg telah ada sejak ratusan tahun yg kemudian.

5. Festival prasmanan kera di Thailand

Pada hari Minggu terakhir bulan November sesuatu yg agak spektakuler, Jika sedikit aneh, terjadi di kuil Phra Prang Sam Yot di Lopburi, Thailand Perjamuan mewah digelar dan seremoni akbar diadakan, tetapi tidak buat manusia. Pesta ini diadakan buat menghormati ribuan monyet Lopburi yang syahdan membawa keberuntungan bagi wilayah tadi serta penghuninya serta oleh sebab itu mereka merupakan tamu Istimewa pada pesta ini.

Festival ini mencakup pertunjukan sang penari menggunakan busana kera selama upacara pembukaan serta menara buah-buahan dan sayuran di mana kera memanjat, melompat, serta memanjakan diri.

No Comments

Tradisi – Tradisi Unik Suku Adat di India

Menghuni perbukitan serta hutan terpencil pada India merupakan komunitas terpencil dari orang-orang yg bertahan berasal pengaruh urbanisasi yg semakin meningkat. Adivasis mempunyai keyakinan kepercayaan mereka sendiri, tradisi dan ritual yg jauh asal bagian lain negara.

Putih mirip Susu dan Beras membawa kita menjauh dari campuran budaya metropolitan kita dan membawa kita ke dalam kisah hidup berasal enam suku yg luar biasa pada India pada mana kita melihat tradisi antik bermanifestasi pada lingkungan yang berubah dengan cepat berasal dunia mereka yang rapuh.

Halakki Asal Karnataka

Janapada, atau lagu-lagu masyarakat slot gacor Halakkis, diturunkan dari satu generasi ke generasi lain sebagai bagian asal sejarah verbal mereka. Lagu-lagu daerah ini dinyanyikan oleh para perempuan Halakki, tanpa iringan instrumen, ketika mereka melakukan tugas sehari-hari.

Tanpa pengetahuan formal tentang musik, para perempuan bernyanyi dalam nada yg sama, sebagian akbar karena kebiasaan, menjadi ekspresi kegembiraan, kesedihan, kecemasan atau kepuasan.

Mengapa mereka semua tahu chorus dari lagu-lagu ini? Sukri heran. Mereka mewarisi lagu-lagu ini secara mulut, bukan pada bentuk tulisan. acapkali, makna bahasa sehari-hari, kata-kata antik luput berasal mereka, namun mereka menyanyikannya buat mahasiswi—lagu yang mengikat mereka beserta melalui kesulitan mereka, namun lagu Sukri hanya diasosiasikan dengan kebahagiaan, dengan festival, hutan, famili, pernikahan, penyiangan, bekerja pada sawah.’

Kanjar dari Chambal, Rajasthan

Awalnya komunitas Rajput yang gagah berani, Bhatu didorong ke pinggiran masyarakat sang beberapa pencaplokan pada anak benua India. berasal poly Bhati Rajput yang melarikan diri ke hutan, beberapa menyebut diri mereka menjadi pemberontak atau baghi ​​yang beroperasi asal jurang labirin pada sekitar sungai Chambal serta kemudian dikenal menjadi Kanjars. Orang Kanjar melakukan ritual yang sangat dihormati sebelum berangkat ke perampokan –

‘Malam sebelumnya, Lala telah mengeluarkan mangkuk perak berasal galat satu bungkusan di sikrinya, membawa mangkuk kosong itu ke bibirnya dan menciumnya, memejamkan mata, menahan napas seolah mencicipi kegigihan leluhurnya.

Kemudian, istrinya menuangkan kaccha khatiya serta sedikit darah kambing ke pada mangkuk. Menghirupnya, Lala telah memberikan sumpah atau janji kesetiaan pada geng dan mendapatkan konsekuensinya Jika terjadi pelanggaran kepercayaan .’

Kurumba Asal Nilgiris, Tamil Nadu

Keturunan dari dinasti Pallava di India selatan, Kurumba yang tinggal pada hutan dianggap menjadi beberapa penghuni tertua pada anak benua India.

Tersebar di perbukitan pada lebih kurang Nilgiris, Kurumba diyakini mempunyai kekuatan spiritual dan supranatural yg luar biasa. Kebanyakan Kurumba bertahan hayati menggunakan menjual hasil hutan serta ekspresi dominan pengumpulan madu dirayakan dengan upacara-

No Comments

Sejarah Suku Komi

Sejarah Suku Komi

Selama periode bahasa Proto-Permian (2000 SM sampai 900-1000 M) nenek moyang suku Komi dan Udmurt tinggal pada lembah Vjatka dan sungai Kama yg lebih rendah di dekat rakyat Iran. pada abad keenam sampai ke 7 Masehi. mereka melakukan hubungan menggunakan orang-orang Bulgaria Volga yang menekan timur laut. Pengingat berasal hubungan ini adalah istilah-kata Bulgaria yg dipinjam ke Proto-Permian, dan istilah-istilah terakhir yg hanya dipinjam ke Udmurt dari Chuvash (Bulgaria).

Menjadi akibat berasal pencaplokan Bulgaria, nenek moyang Komi berpisah dari kerabat terdekat mereka, Udmurt, pada lebih kurang abad kesepuluh M. Suku Komi, yg mungkin sebelumnya membuat gerombolan Slot Terbaru utara Perm antik, secara bertahap melayang ke utara dan menduduki mereka. daerah terkini. wilayah terakhir yg dihuni pada akhir abad ke 7 belas adalah daerah pada utara serta timur, di daerah Visera, Ižma, Pečora, serta hulu sungai Vyčegda.

Sejarah Suku Komi

Karakteristik etnis eksklusif Komi berkembang pada utara pada wilayah sungai Mezeń-Vaška, Vyčegda, dan Vym (Komi-Ziryenes) serta pada selatan di wilayah Kama atas (Komi-Permyaks). Komi utara memiliki hubungan perdagangan dengan Rusia (kerajaan Novgorod) semenjak abad kesebelas sampai ketiga belas. di abad keempat belas wilayah Komi berada pada bawah kekuasaan Rusia. di abad keenam belas kekuasaan kerajaan Novgorod digantikan oleh kekuasaan Moskow. Penaklukan oleh Rusia disertai menggunakan penyebaran agama Kristen ke Komi.

Pertobatan Komi ke iman Kristen ialah karya Santo Stefanus asal Perm (Stepan Chrap). Stepan Chrap ialah Komi penuh atau 1/2. dia merupakan uskup pertama Ust’-Vym, didirikan pada tahun 1383 (nama sebelumnya artinya Perm lama , Perm Staraya). di abad keempat belas, dengan memodifikasi alfabet Cyrillic serta Yunani, Santo Stefanus dari Perm membangun huruf khusus buat Komi dan dengan demikian melek huruf Komi. Sang karena itu, di mulanya Komi merupakan bahasa gereja. sisa -sisa tulisan Komi abad keempat belas sampai keenam belas yg masih hidup ditemukan menjadi prasasti ikon, fragmen teks liturgi, serta kamus ringkas.

Inisiatif Santo Stefanus dari Perm ditinggalkan setelah abad keenam belas, dan bahasa gereja Ortodoks di wilayah Komi menjadi bahasa Slavonik Gereja usang versi Rusia. wilayah Komi-Permyaks, daerah Kama atas, disajikan pada abad keenam belas sang Ivan IV (Ivan the Terrible) pada keluarga bangsawan Stroganov. menggunakan demikian, Komi-Permyaks sebagai budak dari dinasti Stroganov. setelah Revolusi Rusia, wilayah swatantra Komi dibuat pada tahun 1921 serta kemudian di tahun 1936 Republik Komi. Komi-Permyak NR muncul di tahun 1925.

No Comments

5 Tradisi Unik dari Suku Papua

Papua adalah salah satu pulau besar di Indonesia yang pastinya dihuni leh berbagai suku dan bermcam tradisi. Beberapa tradisi unik dan menarik yang dimiliki masyarakat Papua antara lain sebagai berikut.

Injak Piring

Tradisi injak piring ini merupakan sebuah tradisi yang bermaksud untuk penyambutan kerabat dekat mereka. Dalam tradisi ini, sang perantau akan mandi kembang di atas piring adat, kemudian masuk ke sebuah ruangan bersama keluarga besar dan dia akan mengitari sembilan piring adat sebanyak sembilan kali. Sembilan kali dimaksudkan karena angka sembilan melambangkan marga suku.

Setelah itu, sang kerabat akan menginjak slot replika buaya yang jadi lambang cobaan hidup dan tantangan dalam hidup, diakhiri dengan makan bersama. Tradisi ini disebut Mansorandak.

Bakar Batu

Tradisi yang satu ini dilakukan oleh masyarakat Papua adalah Bakar Batu yang disebut Barapen. Barapen adalah sebutan untuk yang di kota, ada juga nama lainnya pada masing-masing daerah. Tradisi ini melambangkan rasa syukur atas nikmat dari Tuhan yang maha esa.

Dalam tradisi ini dibutuhkan lubang besar Situs Judi Slot Online dan daun pisang yang sangat banyak utnuk media pembakaran. Di atasnya, mereka akan menyusun batu-batu yang sudah bersih dan berukuran lebih besar paling bawah, kemudian kayu bakar di atasnya, dan ditutup dengan batu-batu berukuran kecil

Tato

Masyarakat Papua Barat terutama suku Meyakh dan Moi melakukan tradisi membuat tato pada tubuh mereka. Tato tersebut bermotif garis dan titik-titik melingkar sehingga menyerupai segitiga kerucut yang berbaris vertikal dan horizontal.

Masyarakat di sana mencelupkan tulang ikan atau duri pohon sagu ke dalam getah pohon langsa pada saat proses pembuatan tato tersebut.

Ararem

Ararem ini dilakukan saat ada acara pernikahan warganya. Jadi, keluarga besar calon mempelai pria mengantarkan mas kawin ke rumah keluarga calon pengantin wanita dengan berjalan kaki membawa guci, piring-piring adat, dan lain-lain sebagai seserahan.

Potong jari

Potong jari ini adalah salah satu tradisi yang paling ekstrim loh guys. Jika ada anggota keluarga yang meninggaldunia, masyarakat di sana akan memotong jari tangan mereka. Memang terkesan ekstrem sih, tapi itu mereka lakukan sebaga bentuki kesedihan sekaligus agar mereka dijauhkan dari datangnya petaka lagi yang menyebabkan kematian.

No Comments

5 Tradisi Unik Suku Bugis

5 Tradisi Unik Suku Bugis

Negara Indonesia memang terkenal karena kebudayaannya yang beragam, karena memiliki berbagai macam suku dan budaya, kali ini yang akan dibaha ialah suku yang berasal dari bagian timur Indonesia. Suku bugis berada di pulau Sulawesi. Masyarakat Suku Bugis tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Bone, Sinjai, Wajo, Soppeng, Barru, Pare-Pare, Bulukumba, Pinrang, Sidrap dan Luwu. Suku Bugis terkenal memiliki budaya yang khas dan berbeda dengan beberapa suku yang ada di Indonesia. Keunikan mengenai Suku Bugis di zaman dahulu dituliskan di dalam sejumlah sejarah budaya. Berukut 5 tradisi unik suku Bugis yang masih sering dilakukan sampai sekarang.

1.Ma’ Baca-baca

Ma’ Baca-baca adalah sebuah ritual adat Bugis yang bila diartikan situs slot gacor membaca doa didepan hidangan makanan. Untuk saat ini tradisi tersebut masih sering dilakukan dan dijaga kelestariannya, selain itu tradisi ini dilakukan di berbagai acara seperti Lebaran, sunatan, pernikahan, akikah, sampai ketika ingin menempati rumah baru.

2.Sigajang Leleng Lipa

Sigajang Laleng Lipa, adalah tradisi yang dilakukan para lelaki Bugis ketika menyelesaikan sebuah masalah. Tradisi tersebut dilakukan dengan pertarungan antar dua laki-laki, tapi dilakukan di dalam Situs Poker Online. Tradisi ini sering dilakukan pada jaman kerajaan Bugis dahulu kala, dan ini tradisini adalah cara terakhir menyelesaikan suatu masalah adat yang tidak bisa diselesaikan dengan hanya berdikusi.

5 Tradisi Unik Suku Bugis

3.Cemme Passili’

Cemme Passili’ adalah salah satu warisan budaya milik suku Bugis yang terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Ulo, Kecamatan Tellusiattingngee, Kab. Bone. Cemme Passili’ terdiri dari dua kata, yakni Cemme dan Passili’. Cemme dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti mandi, lalu Passili’ yang darikan membersihkan diri.

4.Tradisi Pindah Rumah

Umumnya ketika orang mau pindah rumah mereka akan sibuk dengan mengemasi barang untuk pindahan ke rumah yang baru dari rumah lama. Kegiatan berkemas barang atau prabotan tidak terjadi pada masyarakat suku Bugis. Mereka menggunakan tradisi sendiri dalam pindah rumah dengan benar-benar memindahkan rumah yang sebenarnya tanpa membongkar sedikitpun. Tradisi ini biasa disebut Mappallette Bola.

5.Sirawu Sulo

Sirawu’ Sulo adalah suatu tradisi atau acara rakyat yang sering dilakukan sejak dahulu oleh warga lokal di Desa Pongka, Kecamatan Tellu Siattingngee, Kab. Bone. Bersamaan dengan dibentuknya Desa Pongka itu. Sirawu’ sulo memiliki dua kata yaitu Sirawu’ yang berarti saling melempar dan Sulo berarti obor, yang berarti saling melepar obor.

No Comments

Tradisi Palang Pintu Suku Betawi

Tradisi Palang Pintu Suku Betawi

Salah satu tradisi adat pernikahan Betawi adalah Palang Pintu. Palang Pintu ini adalah tradisi untuk membuka mahligai pintu pernikahan dan ketaatan atas norma adat yang berlaku di masyarakat setempat.

Tradisi Palang Pintu Suku Betawi

Tradisi Palang Pintu Suku Betawi

Hingga sekarang, belum catatan yang menyebutkan kapan Palang Pintu bermula di Betawi. Namun, tradisi ini sudah diselenggarakan alexis jakarta tokoh Betawi Si Pitung (1874-1903) ketika akan memperistri Aisyah yang merupakan putri kesohor Betawi, Murtadho. Saat itu, Murtadho dikenal sebagai Jawara Kemayoran. Untuk bisa mempersunting anak perempuannya, Si Pitung harus membuka Palang Pintu, melawan ayah calon Istrinya yaitu Murtadho dengan keterampilan silat dan beradu pantun.

Konon dari cerita dan kata kata orang tua dulu si pitung mampu mengalahkan murtado lalu murtado memberikan si pitung menikah dengan aisyah. Dalam bahasa Betawi, palang artinya mengalangkan orang lain yang ingin lewat. Artinya, tradisi Palang Pintu dimaksudkan agar pihak mempelai laki-laki membuka pintu restu dari mempelai perempuan. Kemudian, pintu (rumah pihak perempuan) dijaga oleh jawara sebagai penghalang. Jawara dari mempelai perempuan itu harus ditaklukkan oleh pihak laki-laki atau perwakilan jawaranya.

Ketiga aksi itu memiliki simbol masing-masing bagi kelangsungan keluarga yang akan dibangun oleh kedua pasangan. Pertama, adu silat dimaksudkan agar pihak laki-laki, yang dalam adat Betawi berfungsi sebagai kepala keluarga, harus memiliki kemampuan menjaga dan melindungi keluarganya dari marabahaya. Kedua, keterampilan berpantun bermakna bahwa laki-laki harus dapat menghibur keluarganya agar ceria dan bahagia. Selain itu, adu pantun juga sebagai lambang diplomasi dari pihak laki-laki untuk mencapai kata mufakat dengan keluarga perempuan. Ketiga, pembacaan Al-Quran dan salawat bermakna bahwa pihak laki-laki harus bisa menjadi imam yang baik bagi keluarganya, paham agama, dan menuntun anak-istrinya dalam kebaikan. Dari muasalnya, tradisi Palang Pintu dianggap berasal dari Betawi Tengah dan Betawi Kota. Sementara itu, Betawi Pinggiran menyebut tradisi Palang Pintu dengan julukan Rebut Dandang.

No Comments

Tradisi Unik Lompat Batu Suku Nias

tradisi unik suku nias

Tradisi Unik Lompat Batu Suku Nias – Indonesia memang terkenal akan banyaknya ragam flora dan fauna juga suku dan bahasa daerahnya. Jika bicara soal warisan budaya di Indonesia, seperti tak ada habisnya. Salah satu situs judi online24jam terpercaya budaya yang sudah mendunia dan dikenal banyak orang adalah tradisi lompat batu yang dilakukan oleh Suku Nias, di Provinsi Sumatera Utara. Sebelum membahas tentang tradisi unik satu ini. Kita juga harus tau mengenai sejarah dari suku ini. Berikut adalah penjelasannya.

tradisi unik suku nias

Sejarah Suku Nias

Salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora’a” yang terletak disebuah tempat yang bernama “Teteholi Ana’a”. Di sana di jelaskan bahwa pertama kali manusia menginjakkan kaki di Pulau Nias adalah pada saat zaman raja Sirao yang memiliki 9 orang putra yang disuruh keluar dari Teteholi Ana’a karena berseteru untuk memperebutkan Takhta Sirao. Nah, kemudian 9 orang putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki dan tinggal di pulau ini.

Namun, di lansir dari sumber terpercaya mengatakan bahwa mereka menemukan Pulau Nias telah dihuni sejak 12.000 tahun yang lalu oleh imigran dari daratan Asia, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun lampau. Budaya Hoabinh di Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias menimbulkan dugaan imigrasi penduduk dari Vietnam.

Tradisi Unik Suku Nias

tradisi lompat batu nias oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah hombo batu atau fahombo. Nantinya, semua pemuda Nias yang sudah dianggap dewasa melompati batu yang sudah di susun sedemikian rupa dengan tinggi 2 meter dengan ketebalan 40 sentimeter itu. Selain dipamerkan dalam beragam acara adat, fahombo menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis.

Lompat ini dilakukan oleh tanpa alas kaki dan memerlukan latihan yang berulang-ulang sebelum mencoba lompat ini. tujuan tradisi lompat batu di nias untuk melompat benda yang tinggi di kembangkan sebagai teknik pertempuran. Karena semua pemuda yang sudah di anggap dewasa ini bisa saja sekali – kali mengikuti experience reign pertempuran untuk membela ataupun melindungi suku mereka jika mendapat ancaman. Dalam serangan mendadak, prajurit bisa melompati tembok pertahanan di desa musuh.

No Comments

Kisah Suku Bugis Di Nusantara

Kisah Suku Bugis ialah suku yang termasuk dalam beberapa suku Deutero Melayu. Masuk ke Nusantara sesudah gelombang migrasi pertama dari dataran Asia yaitu Yunan. Kata “Bugis” datang dari kata To Ugi, yang memiliki arti orang Bugis. Pemberian nama “ugi” mengarah pada raja pertama kerajaan Cina yang ada di Pammana, Kabupaten Wajo sekarang ini, yakni La Sattumpugi. Saat rakyat La Sattumpugi menamakan seperti namanya, karena itu mengarah pada raja mereka. Mereka menjuluki rajanya sebagai To Ugi atau beberapa orang penganut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi ialah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayahanda dari Sawerigading. Sawerigading sendiri ialah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak seperti La Galigo yang membuat kreasi sastra paling besar di dunia dalam jumlah lebih kurang 9000 halaman folio.

Kisah Suku Bugis

Kreasi Sastra I La Galigo Suku Bugis

Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) ialah cerita yang tercantum pada kreasi sastra I La Galigo dalam adat warga Bugis. Cerita Sawerigading dikenal juga dalam adat warga Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa adat lain di Sulawesi seperti Buton. Komune ini berkembang dan membuat beberapa kerajaan. Warga ini selanjutnya meningkatkan kebudayaan, bahasa, aksara, dan pemerintah mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis classic diantaranya Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Walau menyebar dan membuat suku Bugis, tetapi proses pernikahan mengakibatkan ada pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Sekarang ini orang Bugis menyebar dalam beberapa Kabupaten yakni Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Wilayah perubahan di antara Bugis dengan Makassar ialah Bulukumba, Sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Wilayah perubahan Bugis dengan Mandar ialah Kabupaten Polmas dan Pinrang. Kerajaan Luwu ialah kerajaan yang dipandang paling tua bersama kerajaan Cina (yang nantinya jadi Pammana), Mario (nantinya jadi sisi Soppeng) dan Siang (wilayah di Pangkajene Kepulauan) Periode Kerajaan Kerajaan Bone Di wilayah Bone terjadi kerusuhan sepanjang tujuh angkatan, yang selanjutnya ada seorang To Manurung yang dikenali Manurungnge ri Matajang. Tujuh beberapa raja kecil mengangkat Manurungnge ri Matajang sebagai raja mereka bernama Arumpone dan mereka jadi dewan legislatif yang dikenali dengan istilah ade pitue.

Berdiri Nya Kerajaan Makassar

Kerajaan Makassar Di era ke 12, 13, dan 14 berdiri kerajaan Gowa, Soppeng, Bone, dan Wajo, yang dengan diawali kritis sosial, di mana orang sama-sama memakan seperti ikan. Kerajaan Makassar selanjutnya terpecah jadi Gowa dan Tallo. Tetapi dalam perubahannya kerajaan kembar ini kembali bersatu jadi kerajaan Makassar. Kerajaan Soppeng Ketika terjadi kerusuhan, di Soppeng ada 2 orang To Manurung. Pertama, seorang wanita yang dikenali bernama Manurungnge ri Goarie yang selanjutnya memerintah Soppeng ri Saja. dan ke-2 , seorang lelaki yang namanya La Temmamala Manurungnge ri Sekkanyili yang memerintah di Soppeng ri Lau. Pada akhirnya dua kerajaan kembar ini jadi Kerajaaan Soppeng. Kerajaan Wajo Sementara kerajaan Wajo datang dari Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya beragam arah yang bergabung disekitaran danau Lampulungeng yang dipegang seseorang yang mempunyai kekuatan supranatural yang disebutkan puangnge ri lampulung. Seperginya beliau, komunitas itu beralih ke Boli yang dipegang oleh seorang yang mempunyai kekuatan supranatural. Hadirnya Lapaukke seorang pangeran dari kerajaan Cina (Pammana) beberapa lama sesudahnya, selanjutnya membuat kerajaan Cinnotabi. Sepanjang lima angkatan, kerajaan ini buyar dan tercipta Kerajaan Wajo. Perselisihan antara Kerajaan Pada era ke-15 saat kerajaan Gowa dan Bone mulai kuat, dan Soppeng dan Wajo mulai ada, karena itu terjadi perselisihan tepian dalam kuasai supremasi politik dan ekonomi antara kerajaan. Kerajaan Bone meluaskan daerahnya hingga berjumpa dengan daerah Gowa di Bulukumba. Sementara, di utara, Bone berjumpa Luwu di Sungai Walennae. Sedang Wajo, perlahan-lahan lakukan peluasan daerah. Sementara Soppeng meluaskan ke barat sampai di Barru. Perang di antara Luwu dan Bone dimenangi oleh Bone dan Luwu selanjutnya mempersaudarakan kerajaan mereka. Sungai Walennae ialah lajur ekonomi dari Danau Tempe dan Danau Sidenreng ke arah Teluk Bone. Untuk menjaga tempatnya, Luwu membuat koalisi dengan Wajo, dengan serang banyak daerah Bone dan Sidenreng. Selanjutnya daerah Luwu makin tergeser ke arah utara dan terkuasai Wajo lewat penguasaan atau penyatuan. Wajo selanjutnya bergesek dengan Bone. Agresi Gowa selanjutnya merampas banyak daerah Bone dan mengalahkan Wajo dan Soppeng. Untuk hadapi hegemoni Gowa, Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng membuat koalisi yang disebutkan “tellumpoccoe”.

Penyebaran Islam dan Perlawanan Melawan VOC

Penebaran Islam Di awal era ke-17, tiba penyiar agama Islam dari Minangkabau atas perintah Sultan Iskandar Muda dari Aceh. Mereka ialah Abdul Makmur (Datuk ri Bandang) yang mengislamkan Gowa dan Tallo, Suleiman (Datuk Patimang) menebarkan Islam di Luwu, dan Nurdin Ariyani (Datuk ri Tiro) yang siarkan Islam di Bulukumba.[2] Kolonialisme Belanda Tengah era ke-17, terjadi kompetisi yang tajam di antara Gowa dengan VOC sampai terjadi seringkali pertarungan. Sementara Arumpone ditahan di Gowa dan menyebabkan berlangsungnya perlawanan yang dipegang La Tenri Tatta Daeng Serang Arung Palakka. Arung Palakka disokong oleh Turatea, kerajaaan kecil Makassar yang tidak sudi ada di bawah Gowa. Sementara Sultan Hasanuddin disokong oleh menantunya La Tenri Lai Tosengngeng Arung Matowa Wajo, Maradia Mandar, dan Datu Luwu. Perang yang hebat menyebabkan benteng Somba Opu hancur lebur. Kekalahan ini menyebabkan diberi tanda tangannya Kesepakatan Bongaya yang bikin rugi kerajaan Gowa.

Pernikahan Lapatau dengan putri Datu Luwu, Datu Soppeng, dan Somba Gowa ialah sebuah proses rekonsiliasi atas perselisihan di jazirah Sulawesi Selatan. Kemudian tidak adalagi perang yang besar sampai selanjutnya pada tahun 1905-6 sesudah perlawanan Sultan Husain Karaeng Lembang Parang dan La Pawawoi Karaeng Segeri Arumpone dipadamkan, karena itu warga Bugis-Makassar baru dapat benar-benar dikalahkan Belanda. Kosongnya kepimpinan lokal menyebabkan Belanda mengeluarkan Korte Veklaring, yakni kesepakatan pendek mengenai pengangkatan raja sebagai rekondisi keadaan kerajaan yang pernah lowong sesudah penguasaan. Kerajaan tak lagi berdaulat, tetapi sekedar hanya ekstensi tangan kekuasaaan pemerintahan penjajahan Hindia Belanda, sampai selanjutnya ada Jepang geser Belanda sampai berdirinya NKRI. Periode Kemerdekaan Beberapa beberapa raja di Nusantara bermufakat bubarkan kerajaan mereka dan menyatu dalam tempat NKRI. Di tahun 1950-1960an, Indonesia terutamanya Sulawesi Selatan direpotkan dengan perlawanan.

Perlawanan ini menyebabkan beberapa orang Bugis tinggalkan daerah halamannya. Pada jaman Orde Baru, budaya periferi seperti budaya di Sulawesi betul-betul dipinggirkan hingga makin tergerus. Saat ini angkatan muda Bugis-Makassar ialah angkatan yang semakin banyak konsumsi budaya material sebagai karena modernisasi, kehilangan jati diri karena pengajaran skema Orde Baru yang menepikan budaya mereka. Bersamaan dengan arus reformasi, munculah wawasan pemekaran. Wilayah Mandar membuat provinsi baru yakni Sulawesi Barat. Kabupaten Luwu terpecah tiga wilayah tingkat dua. Sementara banyak kecamatan dan dusun/kelurahan dimekarkan. Tetapi sayang tanah tidak berubah luas, justru makin sempit karena pertambahan komunitas dan transmigrasi.

Mata Pencaharian Suku Bugis

Mata Pencarian warga Bugis menyebar di daratan rendah yang subur dan pesisir, karena itu umumnya dari warga Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencarian yang lain disukai orang Bugis ialah pedagang. Disamping itu warga Bugis isi birokrasi pemerintah dan memperdalam sektor pengajaran. Bugis Perantauan Kepiawaian suku Bugis-Makasar dalam melalui samudra cukup terkenal, dan daerah perantauan mereka juga sampai Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Australia, Madagaskar dan Afrika Selatan. Bahkan juga, di tepian kota Cape Town, Afrika Selatan ada sebuah suburb yang namanya Maccassar, sebagai pertanda warga di tempat ingat tanah asal leluhur mereka. Pemicu Mengelana Perselisihan di antara kerajaan Bugis dan Makassar dan perselisihan sama-sama kerajaan Bugis pada era ke-16, 17, 18 dan 19, mengakibatkan tidak tenangnya wilayah Sulawesi Selatan. Ini mengakibatkan jumlahnya orang Bugis lakukan migrasi khususnya di wilayah pesisir. Disamping itu budaya mengelana didorong oleh kemauan akan kemerdekaan. Kebahagiaan dalam adat Bugis cuman bisa dicapai lewat kemerdekaan. Bugis di Kalimantan Selatan Pada era ke-17 hadirlah seorang pimpinan suku Bugis menghadap raja Banjar yang berkedudukan di Kayu Tangi (Martapura) untuk diizinkan membangun permukiman di Pagatan, Tanah Bumbu. Raja Banjar memberi gelar Kapitan Laut Pulo padanya yang selanjutnya jadi raja Pagatan.

Sekarang mayoritas suku Bugis tinggal di wilayah pesisir timur Kalimantan Selatan yakni Tanah Bumbu dan Kota Baru. Bugis di Sumatera dan Semenanjung Malaysia Sesudah terkuasainya kerajaan Gowa oleh VOC pada tengah era ke-17, banyak perantau Melayu dan Minangkabau yang menempati kedudukan di kerajaan Gowa bersama orang Bugis yang lain, ikut tinggalkan Sulawesi ke arah kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Di sini mereka ikut turut serta dalam persaingan perebutan politik kerajaan-kerajaan Melayu. Sampai saat ini lebih banyak beberapa raja di Johor yang disebut turunan Bugis.

No Comments

Sejarah Suku Kazakh , Suku Yang Berburu Dengan Elang Emas

Sejarah Suku Kazakh

Sejarah Suku Kazakh – Negara Kazakhstan berasal dari kata Qaz dan Taz dalam bahasa Turki yang memiliki arti pengelana dan tanah yang dapat diartikan secara umum slot 888 sebagai tanah para pengelana. Negara ini memiliki banyak kesamaan budaya dan ras dengan Mongolia.

Salah satu suku yang terkenal di Kazakhstan adalah suku Kazakh , suku yang memiliki tradisi unik dalam berburu. Pasalnya para warganya selalu menggunakan elang emas yang telah dijinakkan untuk membantu mereka dalam berburu. Tradisi berburu bersama dengan elang emas ini telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Menurut sejarah , suku Kazakh berasal dari keturunan kelompok-kelompok pribumi Turki, Mongol dan Indo-Iran dan Hun. Suku ini menempati kawasan yang membentang dari Daftar Slot Online Siberia di bagian timur hingga Laut Hitam di bagian barat. Banyak dari mereka yang tinggal di daerah pegunungan terpencil daerah Pegunungan Altai.

Sejak abad ke-19 , suku Kazakh dikenal sebagai suku yang suka menjelajahi pegunungan dan lembah Mongolia barat untuk berburu dan lainnya. Tak jarang juga mereka berpindah tempat dari Kazakhstan, Mongolia bahkan hingga provinsi Xinjiang di Cina.

Ketika berburu , suku Kazakh selalu berkelompok dan ditemani goodtune.io dengan seekor elang emas di tangan mereka. Mereka biasanya mencari mangsa di sekitar pegunungan seperti kelinci, marmut, rubah, dan bahkan serigala untuk diambil bulunya.

Mengenal Suku Kazakh, Para Pemburu yang Berteman dengan Elang Emas di Kazakhstan (3)

Bulu bulu hewan tersebut merupakan bagian integral dari pakaian tradisional Kazakh. Ini yang menjadi hal ikonik lainnya dari suku Kazakh yang selalu menggunakan pakaian berbulu yang diambil dari hewan buruan mereka.

Selain memiliki tradisi berburu yang cukup unik , suku Kazakh juga memiliki tradisi sejarah lisan. Mereka bersandar pada klan mereka dan mengingat setidaknya tujuh generasi nama-nama leluhur mereka agar mereka tidak lupa dari mana mereka berasal.

Mengenal Suku Kazakh, Para Pemburu yang Berteman dengan Elang Emas di Kazakhstan (5)

Tradisi suku Kazakh yang diperkirakan sudah ada sejak 6000 tahun lalu ini sempat hampir punah. Maka dari itu , para warganya membuat kontes berburu dengan elang emas untuk mempertahankan tradisi mereka. Nantinya para peserta akan melepas elang mereka untuk berburu seekor kelinci.

No Comments

Mengenal Sejarah Suku Aztec

Mengenal Sejarah Suku Aztec

Aztek ialah peradaban Mesoamerika yang berkembang di area tengah Meksiko terhadap zaman Pascaklasik semenjak 1300 sampai 1521 tarikh Masehi. Masyarakat atau suku Aztek Amerika terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang mendiami area tengah Meksiko yang gemar bermain situs judi bola, terutama suku-suku bangsa penutur bhs Nahuatl yang menempati berasal dari satu} besar area Mesoamerika semenjak abad ke-14 sampai abad ke-16. Peradaban Aztek mencetuskan sejumlah negara kota (altepetl). Beberapa di antaranya berhimpun menyusun persekutuan, konfederasi politik, lagipula kekaisaran.

Mengenal Sejarah Suku Aztec

Definisi

Kata aztecatl dan aztecah dengan kata lain “orang-orang berasal dari Aztlan”, yakni area yang dimitoskan sebagai negeri asal berasal dari satu suku bangsa yang tinggal di area tengah Meksiko. Istilah ini dulunya tidak digunakan sebagai endonim oleh masyarakat Aztek tersebut sendiri, namun ada didalam bermacam-macam riwayat migrasi orang Mexica yang mengisahkan tentang tradisi suku-suku bangsa yang bareng bertolak meninggalkan Aztlan. Dalam keliru satu riwayat pengembaraan meninggalkan Aztlan ini diceritakan bahwa dewa pelindung suku Mexica, Huitzilopochtli, bersabda untuk para pengikutnya didalam pengembaraan tersebut bahwa “kini namamu bukan ulang Azteca, anda saat ini mempunyai nama Mexitin (Mexica).

Dalam konteks-konteks lain, arti “Aztek” dapat dengan kata lain semua negara kota itu suku-suku bangsa penghuninya, yang mempunyai tidak sedikit kesamaan peristiwa dan budaya bareng dengan orang Mexica, orang Acolhua, dan pun orang Tepanek, dan yang sering kali pun mengfungsikan bhs Nahuatl sebagai lingua franca.

Kepercayaan Suku Aztec

Suku Aztec mempunyai prosedur dan ritual yang lumayan rumit. Itu diakibatkan oleh kepercayaan mereka terhadap tidak sedikit dewa atau yang dinamakan Politheis. Setiap sukses menaklukkan suatu wilayah, suku Aztec menambahkan seluruh dewa berasal dari tempat taklukan itu ke agama mereka. Suku Aztec mempercayai bahwa pemberian semua dewa guna keberlangsungan hidup mereka butuh imbalan mempunyai sifat pengorbanan.

Sistem Pemerintahan

Peradaban Aztec menganut proses pemerintah feodal bareng dengan kekuatan militer yang tangguh. Kekuasaan tertinggi kemajuan Aztec dalam hal perjudian seperti nova88 saat berada ditangan seorang Raja yang berasal berasal dari techutli atau kelompok bangsawan. Raja populer berasal dari kemajuan Aztek mempunyai nama Montezuma II yang memerintah terhadap 1502-1520 Masehi.

Sosial dan Ekonomi

Peradaban Aztec memiliki struktur sosial yang terdiri berasal dari kelompok bangsawan (techutli), kelompok militer, kelompok rakyat biasa (maceuatli), kelompok rakyat tanpa tanah (thalmaitl), dan kelompok budak (tlatocotin). Bangsa Aztec populer bareng dengan bangsa yang suka berperang. Mereka mempunyai prosedur untuk menjadikan bangsa taklukan sebagai budak. Para budak tersebut dipakai unuk membina kota dan kuil di pusat-pusat kemajuan Aztec. Dalam kitab Abad Besar Manusia Sejarah Sebudayaan Dunia : America Kuno (1987) karya Jonathan Norton Leonard, corak ekonomi berasal dari kemajuan Aztec ialah pertanian dan perdagangan.

No Comments

Tradisi Suku Karen Memanjangkan Leher Dengan Cincin Kuningan

Tradisi Suku Karen

Tradisi Suku Karen – Ketika kalian berkunjung ke negara Thailand , ada satu tempat yang tidak boleh kalian lewatkan yaitu desa tempat tinggal suku Karen. Suku Karen adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Thailand selain Lahu Shi Bala, Palong, Hmong, Kayaw, Akha, dan Mien.

Suku yang mendiami kawasan Baan Tong Luang yang berada di Chiang Rai ini sebenarnya bukan asli Thailand, melainkan dari Dataran Tinggi Tibet. Mereka akhirnya pindah ke Karen Stater, Myanmar, dan akhirnya menetap di Thailand.

Tradisi Suku Karen , Neck Rig 

Suku ini sangat sering dikunjungi oleh para wisawatan karena tradisi uniknya yaitu “neck rig” , tradisi para perempuan suku Karena yang memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan. Mereka menganggap bahwa semakin panjang leher perempuan , maka semakin cantik pula perempuan itu di mata laki laki.

Tumpukan cincin yang cukup besar di leher perempuan menjadi pemandangan yang tidak asing di tempat ini. Bahkan para perempuan suku ini sudah dipasangi cincin kuningan sejak kecil agar lehernya bisa panjang dengan sempurna.

Uniknya , semakin tua usia perempuan suku Karen , maka cincin kuningan di lehernya pun juga ikut bertambah. Para wanita suku Karen tidak diperbolehkan melepas cincin ini , bahkan saat sedang beraktivitas sekalipun. Cincin yang terdapat di lehernya ini hanya boleh dilepas ketika mereka sudah menikah, melahirkan, atau meninggal.

Cincin kuningan berat yang dipakai perempuan suku Karen jadi semacam “tandu” leher. Cincin ini akan menghancurkan tulang rusuk dan bahu mereka selama bertahun-tahun. Inilah yang memberi ilusi bahwa leher mereka terlihat sangat panjang.

Tradisi ini awalnya bertujuan untuk melindungi diri dari serangan harimau. Sebab di masa lalu , perempuan suku Karen sering dibunuh oleh para harimau. Jadi pemimpin suku Karen memutuskan untuk para perempuan menggunakan cincin leher kuningan demi melindungi mereka dari kepunahan.

Tradisi kemudian berkembang hingga dijadikan sebagai tolak ukur kecantikan seorang perempuan suku Karen. Namun saat ini tak semua perempuan suku Karen Daftar situs judi slot online terpercaya diwajibkan untuk memakai cincin tersebut , melainkan hanya perempuan yang lahir pada waktu tertentu yang ditakdirkan meneruskan tradisi ini.

Biasanya anak perempuan suku Karen mulai memakai cincin leher panjang dari usia 5 atau 6 tahun. Awalnya dimulai dengan 5 buah cincin di leher, kemudian ditambahkan 2 cincin dari tahun ke tahun.

Tidak ada standar jumlah cincin leher maksimum yang bisa mereka pakai, tetapi umumnya hanya bisa mencapai 25 buah cincin.

Ketika memasuki usia 15 tahun , mereka akan memilih apakah mereka akan melanjutkan perpanjangan leher seumur hidup atau berhenti total. Hal ini dikarenakan pada usia itu , tulang rusuk berpotensi rusak dan leher bisa jadi akan terlalu longgar menahan bebannya sendiri.

No Comments

Tradisi Suku Kalinga Di Filipina Yang Menganggap Tato Sebagai Simbol Kecantikan

Tradisi Suku Kalinga

Tradisi Suku Kalinga – Suku Kalingan merupakan suku yang berada di Filipina yang bermukim di wilayah Pegunungan Cordillera di Provinsi Kalinga, Luzon. Terdapat tradisi yang slot online terpercaya tak biasa di kehidupan masyarakat Suku Kalinga. Dalam suku ini , tato dianggap sebagai simbol kecantikan dan kejantanan. Jadi tidak heran jika hampir seluruh masyarakat di sana diwajibkan untuk ditato di hampir sekujur tubuh mereka.

 

Tradisi Unik Suku Kalinga Di Filipina

Uniknya , hanya ada satu orang yang diperbolehkan untuk menato para masyarakatnya. Kini orang tersebut adalah Apo Whang-Od, seorang wanita tua yang sudah berusia 101 tahun. Jika nantinya Apo Whang-od telah tiada , keponakannya yang bernama Grace Palicas yang akan meneruskan menjadi penato selanjutnya.

Biasanya orang suku Kalinga akan menato tubuhnya ketika ia sudah beranjak dewasa sebagai tanda kematangan. Setiap tato yang dibaut pun mengandung arti tersendiri. Untuk wanita misalnya , tato dianggap sebagai perhiasan. Biasanya para wanita akan menato bagian lengannya dengan motif garis-garis dan juga di lehernya dengan bentuk kalung.

Wanita suku Kalinga yang telah ditato menandakan jika dirinya sudah siap untuk menikah. Tato yang ada di tubuh mereka dipercaya dapat menambah Slot Terbaru kecantikan dari wanita tersebut untuk menarik perhatian mata para lelaki. Bahkan suku Kalinga percaya jika ada wanita dewasa yang tidak mau menato tubuhnya, maka tidak ada pria yang mau menikahinya.

Sedangkan untuk para pria , tato merupakan simbol kejantanan dan kebanggaan. Para pria suku Kalinga biasanya menato bagian perut hingga dada, lengan dan punggung mereka. Semakin banyak tato di tubuh seorang pria , maka semakin tinggi pula status pria tersebut di Suku Kalinga.

Tradisi Unik Suku Kalinga di Filipina, Menato Tubuh Sebagai Simbol Kecantikan (3)

Umumnya motif tato Suku Kalinga didominasi dengan garis dan tidak ada simbol hewan. Alat yang digunakan pun masih sangat tradisional sehingga rasa sakit tentu tidak akan terhindarkan lagi ketika di tato. Setelah ditato, tubuh mereka akan membengkak hingga dua minggu.

Menurut sejarah yang beredar , tradisi menato suku Kalinga sudah ada sejak 1.000 tahun lalu. Sehingga kini ketika banyak pelancong yang berkunjung ke sana, tak usah heran bila bertemu warga dengan berbagai macam tato di tubuhnya.

Hingga saat ini masyarakat dari suku Kalinga masih memegang erat tradisi unik ini. Bahkan keunikan ini sudah menjadi daya tarik para pelancong untuk datang langsung ke Kalinga. Bahkan tidak sedikit dari para pelancong yang ke sana untuk ditato oleh Apo Whang-Od.

Nah tradisi dari suku Kalinga selain mentato tubuh agar terlihat cantik, mereka suka main di Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya yang memiliki hadiah terbesar.

No Comments

Tradisi Mistis Suku di Indonesia

Tradisi Mistis Suku di Indonesia

Bisa dikatakan Indonesia adalah dsalasalah satu negara yang kaya akan suku dan memiliki banyak pulau. Nah, ini tentunya adalah sebuah kekayaan budaya yang sangat di jaga di Indonesia. Pastinya, setiap suku di Indonesia ini memiliki adat dan tradisi yang beragam. Meskipun demikian, semua keberagamaan tersebut bisa hidup rukun dan damai. 

Jika berbicara tradisi dan adat tentu menyinggung hal-hal berbau mistis. Hal-hal berbau mistis ini tentu membuat sebagian nalar orang antar percaya atau tidak. Hal ini karena Indonesia sendiri sudah hidup di zaman modern dan tentu saja sudah mengikuti kemajuan teknologi. Contohnya saja memanfaatkan smartphone untuk mencari uang dari judi slot online atau melakukan perdagangan di online shop. Nah, mungkin suku pedalaman di Indonesia masih ketinggalan dan belum mengikuti teknologi. Adapun beberapa adat atau tradisi dari beberapa suku di Indonesia tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Suku Asmat di Papua

Salah satu suku di Papua yang paling terkenal ialah Asmat. Suku ini dikenal sebab seni ukirnya yang eksotis. Namun tidak saja seni ukir, Asmat pun dikenal sebagai salah suku yang maih punya tradisi powerful dalam urusan mistis.

Suku Asmat masih percaya bakal adanya kekuatan-kekuatan magis yang kebanyakan ialah dalam format tabu atau larangan-larangan tertentu. Dalam kehidupan suku Asmat, tidak sedikit hal -hal yang pantang dilaksanakan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari, laksana dalam hal pendataan bahan makanan laksana sagu, penangkapan ikan, dan pemburuan binatang.

Dengan memegang teguh aturan-aturan kebijaksanaan lokal tersebut, orang suku Asmat lantas sangat kental dengan dunia magis. Kekuatan magis yang seringkali dimiliki tetua suku ini pun dapat dipakai untuk mengejar barang yang hilang, barang curian atau pun mengindikasikan si pencuri barang tersebut.

Dalam keyakinan suku Asmat, kekuatan magis ini juga dapat digunakan guna menguasai alam dan menyebabkan angin, halilintar, hujan, dan topan.

Suku Dayak di Kalimantan

Kalimatan tidak melulu terkenal dengan hutannya yang rimbun. Suku pribumi Kalimantan, dayak pun terkenal kaya akan kebiasaan dan tradisi uniknya.

Seperti halnya suku-suku di pedalaman, Dayak pun terkenal dengan ilmu mistis yang lumayan kuat. Bahkan kekuatan gaib atau mistis tersebut telah menjadi di antara kekuatan mereka.

Kekuatan mistis tersebut juga dapat dilihat pada alat-alat pertempuran seperti penyang, mandau, lunju dan sipet. Bahkan guna memikat lawan jenis mereka dapat menggunakan ilmu mistis.

Suku Dayak di Kalimantan pun menghormati tetua adat atau suku yang diandalkan memiliki keunggulan soal dunia metafisika. Ilmu kebal, mandau terbang sampai pelet bulu perindu daftar klikwin88 datangnya dari Kalimantan dan sampai kini masih kesohor.

No Comments

Tradisi Unik Suku Minahasa di Manado

Tradisi Unik Suku Minahasa di Manado

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak sekali suku dengan kebudayaan beragam. Tentunya dari Sabang sampai Merauke, di Indonesia sangat kaya akan suku yang jumlahnya mencapai 1.340. Kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia inipun dari turun temurun dan masih dilestarikan agar tetap terjaga.

Berikut ini saya akan membahas tentang tradisi unik dari suku Minahasa yang ada di Manado, Sulawesi Utara, yang terletak pada bagian Timur Nusantara. Untuk anda yang penasaran dengan adat dan kebiasaan kemajemukan dari suku Minahasa yang unik.

Tentu saja selain kuliner dan wisatanya yang sangat https://sbobet.capital/ membuat orang orang kagum, tradisinya yang unik juga perlu untuk kita simak selengkapnya hanya disini sobat.

Sederet Tradisi Unik Dari Suku Minahasa di Manado

1. Tradisi Waruga

Waruga adalah tradisi pemakaman dari suku Minahasa. Waruga juga sendiripun tergolong dari 2 kata yaitu Waru berserta Ruga. Yang dimana, Waru yang bisa didefinisikan sebagai rumah dan juga Ruga artinya badan.

Jadi, apabila disebut Waruga merupakan tempat badan yang dimana roh dari badan telah kembali pada Sang Pencipta. Menurut keterangan oleh masyarakat setempat, bahwa mayat yang telah dimakamkan di dalam Waruga tersebut. Setelah itu, akan berubah dengan sendiri menjadi abu secara alami tanpa terdapatnya proses dikremasi.

Sampai sekarang suku Minahasa pun masih menjalankan tradisi Waruga, dalam tradisi ini jenazah akan dihadapkan ke bagian utara. Hal ini bertujuan untuk memberikan simbolik bahwa nenek moyang Suku Minahasa ini awalnya berasal dari bagian Utara. Selanjutnya, jenazah dikubur ke dalam sebuah bangunan batu yang dinamai dengan Waruga.

2. Mupuk Im Bene

Di Manado juga terdapat tradisi Mupuk Im Bene yang dilaksanakan sebagai bentuk cara untuk mensyukuri hasil panen besar kepada Sang Pencipta. Mupuk Im Bene adalah sebuah upacara dengan prosesi yang juga diikuti oleh para penduduk desa.

Jadi, disaat upacara Mupuk Im Bene yang satu ini login sbobet mobile sudah menjadi tradisi turun menurun dari nenek moyang ini masyarakat desa pun berkumpul pada suatu lapangan atau gereja bersama membawakan hasil panen juga. Wah, tentunya sangat unik ya sobat untuk upacara Mupuk Im Bene juga hampir sama dengan tradisi yang ada di beberapa daerah di Indonesia pada saat musim panen.

No Comments