5 Fakta Suku Baduy Dalam yang Jarang Diketahui Wisatawan

5 Fakta Suku Baduy Dalam yang Jarang Diketahui Wisatawan

fakta suku baduy

5 Fakta Suku Baduy Dalam yang Jarang Diketahui Wisatawan – Perjalanan ke arah Suku Baduy Dalam, memberi suasana liburan yang lain untuk beberapa orang yang tinggal di kota besar seperti saya.

Suku Baduy Dalam mempunyai 3 daerah yang berdiri secara terpisah, yakni Daerah Cibeo, Daerah Cikeusik, dan Daerah Cikertawarna. Secara umum, pelancong yang bertandang ke Baduy Dalam cenderung pilih untuk menginap di Daerah Cibeo. Karena di daerah ini lebih terbuka untuk pelancong yang tiba. Meskipun tetap berdasar tegar dengan larangan tradisi yang dilarang ambil photo dan dilarang memakai bahan kimia di saat mandi.

Tetapi saya pikir Daerah Cikeusik yang jarang-jarang didatangi pelancong ini ialah tempat terbaik untuk beberapa orang pencarian “privacy” dan ingin betul-betul nikmati keasrian Suku Baduy Dalam.

Berikut info yang belum kamu kenali mengenai Fakta Suku Baduy Dalam;

1. Suku yang irit dan suka jalan kaki

Ada larangan memakai kendaraan seperti motor maupun mobil, tidak membuat Suku Baduy Dalam berasa terkucil dari dunia luar. Tatap muka dengan Kang Ralim masyarakat Suku Baduy Dalam membuat saya terpesona jika Suku Baduy Dalam selalu jalan kaki jika berkunjung familinya yang tinggal di kota besar untuk bertamu atau jualan hasil kebun dan kerajinan tangan ciri khas Suku Baduy Dalam.

“Pernah saya jalan kaki disini (Daerah Cikeusik) sampai Bekasi/ Bogor buat bertemu rekan” kata Kang Ralim dengan logat nya yang unik.

2. Kekayaan tidak disaksikan dari model rumah

Tidak seperti orang yang tinggal di kota secara umum yang mempunyai rumah besar selalu sama sama orang kaya, berpangkat tinggi, dan dilihat beberapa orang. Beda hal dengan Suku Baduy Dalam yang wujud tempat tinggalnya nyaris sama keduanya. Yang membandingkan status kekayaan mereka ialah tembikar yang dibikin dari kuningan yang diletakkan di dalam rumah. Makin bertambah tembikar yang diletakkan, mengisyaratkan status keluarga itu makin tinggi dan dilihat orang.

3. Suka gotong-royong

Karakter bergotong-royong selalu diaplikasikan oleh Suku Baduy Dalam di saat mereka harus beralih tempat dari 1 daerah ke daerah yang lain lebih subur. Sebagai suku nomaden (tidak mempunyai tempat masih tetap) dan berpedoman mekanisme daftar situs judi slot online terpercaya kebun terbuka, membuat Suku Baduy Dalam hidup sama-sama menolong.

4. Ayam sebagai makanan eksklusif

Tidak seperti warga secara umum yang umumnya sediakan menu ayam pada tiap makanan yang dihidangkan, tidak demikian dengan Suku Baduy Dalam. Meskipun kita dapat mendapati ayam berkeliaran bebas di daerah, tidak berarti ayam menjadi makanan setiap hari. Suku Baduy Dalam cuma melahap sajian ayam minimal 1 bulan sekali atau cuma di saat upacara-upacara besar, seperti pernikahan dan kelahiran.

5. Pu’un, seperti presiden di Daerah Baduy Dalam

Tiap suku yang tinggal di Indonesia tentu mempunyai kepala tradisi yang berperan atur masyarakatnya. Begitupun Suku Baduy Dalam yang mempunyai kepala tradisi yang umum diundang Pu’un. Pu’un ialah orang yang mempunyai kelebihan yang lain dibandingkan masyarakat biasa. Pekerjaan dari Pu’un yakni tentukan periode tanam dan panen. Mengaplikasikan hukum tradisi ke masyarakatnya, menyembuhkan yang sakit.

“Cuma beberapa orang yang mempunyai kebutuhan khusus yang dapat berjumpa Pu’un” Tegas Kang Ralim.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.