5 Adat Istiadat Jawa Tengah, berasal dari Popokan sampai Ruwatan

5 Adat Istiadat Jawa Tengah, berasal dari Popokan sampai Ruwatan – Secara sederhana, pengertian kebiasaan istiadat adalah formalitas seseorang atau sebuah masyarakat yang dilakukan secara turun menurun. Dalam laman gurupendidikan.co.id terhitung dijelaskan bahwa secara etimologi kebiasaan istiadat berasal berasal dari bhs Arab, berarti ‘kebiasaan’.
Di Indonesia sendiri, kebiasaan istiadat amat banyak sebab faktor masyarakat yang heterogen. Tiap lokasi mempunyai kebiasaan istiadat masing-masing, terhitung provinsi Jawa Tengah.
Dikutip berasal dari buku Adat Istiadat Provinsi Jawa Tengah yang ditulis H. Djimi Alkutsaeri, kebiasaan istiadat tradisional Jawa Tengah biasanya merujuk terhadap wasiat dan pesan yang bersumber berasal dari kepercayaan yang dianutnya. Baik itu yang mengenai dengan upacara ritual, bentuk arsitektur, pemilihan tempat, dan sebagainya.
Adat Istiadat Jawa Tengah
Setelah mengetahui mengenai kebiasaan istiadat secara umum, ketahui beberapa umpama kebiasaan istiadat di Jawa Tengah berikut ini.
1. Popokan
Tradisi Popokan dikenal terhitung dengan nama perang lempar. Adat ini dilakukan masyarakat Dusun Sendang, Slot88  Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.
Biasanya formalitas perang lumpur ini dilakukan oleh anak laki-laki yang tetap muda. Tujuan dilakukannya Popokan adalah sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang melimpah.
Anak muda bakal saling melempar lumpur di pesawahan terhadap bulan Agustus, hari Jumat Kliwon, atau terhadap bulan September, sesuai masa panen. Tradisi dilakukan terhadap pukul 15.00 sampai 15.30.
2. Wetonan
Tradisi Wetonan secara bhs mempunyai arti keluar. Tradisi ini mengenai dengan kelahiran seorang bayi yang kelanjutannya terlihat berasal dari rahim ibu.
Tradisi Wetonan dikenal terhitung dengan nama Wedalan. Tradisi ini dilakukan dengan harapan sehingga kelak bayi terhindar berasal dari bahaya serta dapat beroleh rezeki dan keberkahan.
Hingga kala ini formalitas Wetonan tetap biasa dilakukan masyarakat kebiasaan Jawa Tengah sebagai sarana untuk melestarikan kebiasaan istiadat sekaligus sedekah.
3. Larung Saji
Larung Saji adalah kebiasaan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir utara dan selatan Jawa Tengah. Larung Saji dilakukan sebagai bentuk kesyukuran masyarakat terhadap Tuhan atas hasil laut yang melimpah.
Tradisi Larung Saji dilakukan dengan cara menyiapakn bahan makanan hasil panen dan hewan sembelihan. Kemudian menghanyutkan bahan-bahan berikut ke di dalam lautan.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, Situs Slot Gacor  formalitas ini terhitung dilakukan untuk mendoakan para nelayan sehingga dapat melaut dengan lancar dan pulang dengan selamat.
4. Ruwatan
Tradisi Ruwatan dilakukan untuk melewatkan atau menjauhi nasib buruk yang menimpa hidup seseorang. Ruwatan menjadi kebiasaan yang tetap lestari di lokasi Jawa Tengah, contohnya di daerah Dieng Wonosobo.
Jika tersedia anak yang mempunyai rambut gimbal, biasanya mereka diakui serupa buto ijo, menjadi wajib diadakan upacara Ruwatan untuknya.
Ruwatan dilakukan dengan serangkaian tata cara, jadi berasal dari menggelar wayang kulit dengan lakon murwakala siraman, memotong rambut lalu menanam potongan rambut tersebut, kemudian melakukan tirakatan semalam suntuk.
5. Tedhak Siten
Tedhak Siten adalah upacara yang dilakukan kepada anak berusia 7 sampai 8 bulan. Upacara ini memiliki tujuan sehingga anak dapat kuat, Judi Slot  mandiri, serta dapat menangani berbagai rintangan di dalam hidupnya. Tidak hanya itu, upacara ini sekaligus menjadi penghormatan kepada bumi yang menjadi daerah berpijak.
Tata cara Tedhak Siten adalah dengan menginjak bubur berasal dari beras ketan, setelah itu menaiki tangga yang dibuat berasal dari tebu, mengais pasir, lalu anak dimasukkan ke di dalam kurungan ayam.
Selanjutnya bakal dilakukan penyebaran udik-udik, lalu anak bakal dibasuh dengan kembang bunga setaman, dan memanfaatkan baju bagus.
Nah, itu dia kebiasaan istiadat yang tersedia di Jawa Tengah yang wajib dilestarikan sampai generasi selanjutnya.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.