4 Adat Istiadat Riau yang Masih Eksis hingga Kini

4 Adat Istiadat Riau yang Masih Eksis hingga Kini – Riau adalah provinsi di Indonesia yang letaknya di tengah pantai timur Pulau Sumatra. Riau terhitung keliru satu provinsi terkaya di Indonesia.
Ibu kotanya saja, yaitu Pekanbaru, disebut sebagai kota madani. Julukan tersebut diberikan dikarenakan kota ini dihuni oleh penduduk agamis dan berperadaban, berkwalitas dan berkemajuan.
Sumber kekuatan di Riau didominasi oleh kekayaan alam, terlebih minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1  Sehingga lumrah jikalau provinsi satu ini terbilang maju dan makmur.
Tapi, kekayaan Riau enggak cuma di seputar ekonomi, namun terhitung budaya. Ada banyak tradisi istiadat di Riau yang masih dilestarikan hingga kini.
4 Adat Istiadat Riau
Mau menyadari tradisi istiadat Riau yang hingga kini selalu eksis? Yuk, lihat penjelasannya di bawah ini hingga tuntas.
1. Batabo
Batabo adalah arti yang kerapa dipakai untuk mendeskripsikan aktivitas gotong-royong mengerjakan sawah, ladang, dan sebagainya. Sementara secara makna, Batobo artinya berkelompok, bersama atau berkawan-kawan.
Kegiatan ini dijalankan oleh suku Ocu Bangkinang. Dikutip dari laman pustakaarsip.kamparkab.go.id, Slot Gacor   Ocu terhitung keliru satu suku dari suku Melayu yang populasinya tidak begitu besar di Riau.
Mereka melaksanakan Batabo didalam rangka meringankan beban pekerjaan pertanian masyarakat. Dengan mengerjakan secara bergotong-royong, bekerja akan menjadi penuh stimulan sehingga cepat selesai.
Tapi, kerjasama ini cuma didalam sistem pengelolaannya saja. Untuk hasil pertanian itu sendiri, selalu akan menjadi kepunyaan pemilik lahan.
2. Balimau
Untuk menyambut bulan suci Ramadhan, Slot  penduduk Kampar di Riau umumnya melaksanakan upacara tradisional, Balimau Kasai.
Upacara ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas kehadiran kembali Ramadhan. Selain itu, upacara ini adalah simbol penyucian diri, cocok dengan makna kata Balimau Kasai itu sendiri.
Kata balimau artinya mandi dengan manfaatkan air yang di campur jeruk atau limau. Sementara kasai adalah wewangian yang umumnya dijadikan lulur.
Upacara Balimau Kasai ini dipercaya bisa mengusir beraneka perasaan negatif di didalam kepala, seperti iri dan dengki. Manusia harus kembali suci sebelum saat memasuki bulan suci, baik secara lahir maupun batin.
3. Bakar Tongkang
Bakar Tongkang adalah formalitas yang udah eksis sejak th. 1820. Sebuah formalitas kuno yang terdapat di Kota Bagan Siapiapi.
Tradisi Bakar Tongkang dikenal terhitung dengan nama Go Ge Cap Lak. Tradisi ini dijalankan sebagai ungkapan syukur penduduk Tionghoa Situs Slot Gacor   kepada Dewa Ki Ong Ya dan Taisun Ong Ya.
Dua dewa tersebut dipercaya oleh penduduk Siapiapi sebagai dewa yang berikan keselamatan kepada etnis Tionghoa yang tinggal di wilayah Siapiapi. Tradisi ini umumnya dijalankan setiap tanggal 15 dan 16 kelima didalam penanggalan Cina.
4. Belian
Terakhir adalah Belian, yaitu ritual tradisi tolak bala yang umumnya dijalankan di tempat tinggal orang sakit. Kadang pula dijalankan di tempat tinggal tradisi yang besar, sehingga masyakarat bisa ikut hadir didalam upacara ini.
Upacara Belian punya tujuan untuk menyembuhkan orang sakit, baik penyakit pada umumnya hingga luka dari serangan binatang buas. Upacara ini terhitung dijalankan untuk menolak wabah penyakit
Upacara ini dijalankan oleh suku Petalangan di Riau. Mereka akan memanggil seorang kemantan atau dukun untuk menyanyikan suatu mantra pemanggil roh.
Itulah empat tradisi istiadat Riau yang menarik untuk diketahui. Dengan ini semakin yakin, ya, jikalau budaya di Indonesia sebetulnya sangat beragam.

No Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.